Literasi Digital Menjadi Benteng Seleksi Informasi

Jakarta, DJIKP - Pengetahuan dan pemahaman literasi digital menjadi benteng terdepan untuk menyeleksi informasi. Tidak hanya informasi yang dapat dimanfaatkan secara sehat, bijak, cerdas, dan cermat, namun juga menyeleksi informasi yang berpotensi memiliki dampak negatif, terutama di masa pandemi COVID-19. 

“Berkembangnya peralatan digital dan akses informasi tentu menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan penggunaan internet yang terbilang tinggi, pihak pemerintah Indonesia mesti memikirkan cara terbaik dalam menanggulangi berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku intoleran yang dapat dengan mudah ditemui di media sosial,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Usman Kansong yang disiarkan langsung dari Jakarta, melalui video conference Zoom dan kanal media sosial Direktorat Jenderal IKP, pada Sabtu (4/9/2021). 

Dirjen IKP Kemkominfo menuturkan bahwa media digital sangat memungkinkan adanya peluang baru. Peluang peningkatan keuntungan dalam bisnis e-commerce terbuka lebar, termasuk lahirnya berbagai lapangan pekerjaan baru di media digital.

Literasi digital ini difokuskan pada penggunaan media sosial. Meningkatkan level literasi publik, atau membuat masyarakat menjadi melek digital memang bukan tugas yang bisa diwujudkan melalui satu dua pendekatan saja, yang biasanya ada yang melalui pendekatan general atau pendekatan secara tematik. Perkembangan media sosial saat ini juga dikarenakan semua orang sudah bisa memiliki media sendiri. 

“Maka dari itu, pemerintah melalui program transformasi digital berupaya menginklusikan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan teknologi, dalam rangka meningkatkan literasi teknologi informasi dan komunikasi” ujar Dirjen IKP Usman Kansong di hadapan peserta webinar bertajuk “Memahami Digital guna Menjaga Kita dalam Penggunaan Media Sosial”. 

Hadir pula secara daring, H. Muhammad Farhan, anggota Komisi I DPR RI, Auliya Khasanofa, akademisi sekaligus peneliti, sebagai narasumber.  

(lnm/ip)