Kemkominfo Mengajak Humas Pemerintah Rencanakan Konten dengan Matang, Bukan Sekadar Tayang

Jakarta (26/7) - Webinar Bimbingan Teknis Pranata Humas Seri Multimedia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta (26/7) - Webinar Bimbingan Teknis Pranata Humas Seri Multimedia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika

Pemerintah memahami bahwa masyarakat banyak menghabiskan waktunya di media sosial. Hiburan dan informasi dapat disajikan bersamaan dalam media tersebut. Peluang ini disambut dengan ramainya akun media sosial pelat merah di banyak platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, dan Facebook.

Dalam webinar tersebut, Plt. Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Pubik (TKKKP) Kemkominfo, Bambang Gunawan, menyatakan bahwa pemerintah, baik instansi pusat maupun daerah, membutuhkan Pranata Humas yang kompeten dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

“Humas dituntut mampu mengkomunikasikan program dan kinerja pemerintah dengan metode kekinian, yang mudah dimengerti oleh masyarakat,” ujar Bambang saat membuka webinar. Bambang juga menegaskan bahwa Pranata Humas harus memiliki kreativitas agar mampu menghasilkan komunikasi yang kekinian dengan konten-konten kreatif.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, pihaknya mengundang para praktisi di bidang konten kreatif sebagai narasumber untuk menstimulasi kreativitas para peserta. Salah satu pembicara, Thomas Herda Mepilian, pencipta konten, menerangkan bahwa dalam konten harus fokus pada satu informasi yang disampaikan, sehingga proses komunikasi menjadi terarah. Selain itu, humas juga harus peka dengan tren yang sedang digandrungi publik saat ini, agar kontennya semakin menarik. “Pelajari konten yang sudah dibuat, pelajari konten kompetitor atau konten-konten media lain, dan kemudian pelajari konten-konten yang sedang tren”, pungkasnya.

Narasumber kedua, Ketua Subkomisi Bidang Media Baru Lembaga Sensor Film RI, Andi Muslim menekankan fase perencanaan konten adalah fase paling penting dalam meyusun strategi komunikasi publik. Perencanaan membutuhkan kemampuan dasar jurnalistik yaitu dengan prinsip 5W1H (who, what, when, where, why, dan how).  Konten menjadi berbobot, jika berpedoman pada prinsip itu.

Andi juga menambahkan bahwa, walaupun konten penting, diseminasi adalah hal yang terpenting. “Sudah dandan cantik dan wangi tapi tidak bertemu orang lain, sama saja dengan konten bagus tapi tidak terdiseminasikan dengan luas”, jelasnya.

Bimbingan Teknis bagi Pranata Humas dengan tema “Merencanakan Konten Kreatif? Gampang, Kok” merupakan edisi pertama dari rangkaian Bimbingan Teknis JFPH Seri Multimedia yang diinisiasi oleh Direktorat TKKKP Kemkominfo, selaku instansi pembina Jabatan Fungsional Pranata Humas. Webinar ini dihadiri oleh hampir 700 peserta dari seluruh Indonesia.  Kemkominfo berharap webinar ini dapat memantik inovasi dan kreasi para humas pemerintah dalam menyampaikan informasi. (MS/NHP)